Kamis, 14 Agustus 2008

Partai Golongan Putih (1)

Latar Belakang

Secara singkat tipe partai dapat dibedakan dalam system politik sebuah Negara. Ada dua system yaitu system parlementer dan system partai presidensiil.

  • Sistem Parlementer

Pada system ini, otomatis yang diperebutkan adalah parlemen. Sehingga partai menjadi elemen yang sangat penting. Karena pemegang kontrak sosial adalah partai, sesuai janji politik yang disampaikan pada kampanye pemilunya. Yang menjadi mayoritas pemenang di parlemen menjadi partai pemerintah. Otomatis juga ketua partai mayoritas menjadi kepala pemerintahan / perdana menteri.

Sehingga partai harus dapat merumuskan visi politik, kebijakan kebijakan politik, karena harus menjalankan roda pemerintahan.

Dengan demikian proses untuk mencari pemimpin, dilakukan dalam mekanisme keorganisasian, bukan dengan proses konvensi. Siapa yang menjadi ketua partai maka dia yang menjadi pemimpin kelompok politik ini.

Partai adalah kuat, karena otomatis juga ikut berkuasa. Lihat diagram (001)[1].

Gambar 01. diagram sistem parlementer.

  • Sistem Presidensiil

Dalam sistem ini, yang diperebutkan adalah jabatan presiden. Kepala negara yang dirangkap kepala pemerintahan dalam satu jabatan[2].

Yang bertarung disini adalah perorangan independen maupun perorangan utusan terbaik dari partai. Di amerika, tidak ada data jumlah resmi tentang partai politik. Karena tidak ada hukum yang melarang atau membatasi partai politik. Kategori yang ada adalah : partai yang pernah mengajukan calon, partai besar, partai yang pernah masuk dalam sejarah[3]. Namun sedikitnya ada 64 partai di amerika. Namun yang “laris manis” dibeli “produk”nya adalah politisi dari hasil konvensi partai demokrat dan partai republik.

Sementara parlemen atau kongres di amerika atau negara negara presidensial lainnya hanya punya dua fungsi : sebagai pengawas eksekutif, dan pembuat undang undang. Terutama membuat produk hukum dari janji politik presiden yang terpilih (terpilih karena janji politiknya, spt janji menaikkan anggaran pendidikan dan memotong anggaran militer, maka harus dibuat oleh legislatif, produk hukumnya, berupa undang undang anggaran atau apbn).

Di parlemenpun, yang terkuat adalah senator (mewakili aspirasi kewilayahan) di senat / majelis tinggi (masa jabatan umumnya 6 tahun), bukan wakil rakyat di majelis rendah (mewakili aspirasi ideologi) yang merupakan kontingen terbaik dari partai politik (wakil rakyat terpilih belum tentu adalah ketua partai politik atau fungsionaris partai, tapi yang pasti menjadi anggota dari partai politik itu). Ini juga bisa dilihat dari masa jabatannya yang hanya 2 tahun saja.

Jadi disini yang kuat adalah perorangan bukan partai politik. Sehingga dikenal juga sebagai tradisi partai lemah. Karena partai tidak terlibat dalam kekuasaan. Oleh karena itu jangan heran, jika mulai dari logo sampai ketua partai republik atau partai demokrat tidak terkenal.

Yang dikenal hanya “produk” dari konvensi partai partai tersebut. Hasil yang terbaik dari partai menjadi kandidat dari pemilu.

Tambahan sedikit, pendanaan kandidat presiden dari partai demokrat atau republik misalnya. Ini dilakukan mandiri, tidak meminta uang kepada partai. Dilakukan oleh team kampanye dari kandidat yang sudah mengantongi mandat konvensi. Tugas partai hanya pada penyelenggaraan konvensi dan mendukung penuh kandidat secara politik. Sementara keuangan terpisah. Bahkan seringkali kandidat atau politisi asal partai tersebut memberikan kontribusi keuangan kepada partai.

Lihat gambar 02[4]

Gambar 02. diagram sistem presidensiil



  • Manajemen Piramida vs Manajemen Linier

Untuk memudahkan lihat gambar 03

gambar 03. struktur piramida (struktur ortodox)


Pada sistem parlementer, ini berfungsi efektif. Karena partai sebagai organisasi lah yang berjuang mendapatkan suara, bukan memilih orang.

Ideologi yang diusungpun sangat jelas. Kemudian underbow sebagai pilar penyangga juga punya hubungan jelas. Seperti partai buruh di inggris, mempunyai underbow serikat buruh diseluruh britania raya. Sehingga mereka merasa diuntungkan ketika menjadi underbow partai buruh, karena segala kepentingan buruh diperjuangkan di parlemen. Bukan sebaliknya, partai yang memanfaatkan underbow untuk kepentingan vote getter semata.

Di Indonesia, karakter piramida sudah tidak asing lagi. Namun sebenarnya ini ada kemiripan dengan piramida dari partai partai fasis. Karena karakternya adalah top down. Biasanya yang paling atas adalah bertindak sebagai pimpinan (boss) kepada posisi yang lebih dibawahnya.

Seringkali diwarnai oleh kultus individu massa anggota, pejabat partai kepada ketua umumnya. Tidak ada dialog timbal balik, bahkan aspirasi dari bawah seringkali di abaikan.

Sekarang pada gambar 04. model linear

Model ini umum ada di sistem presidensiil. Jadi intinya partai hanya menjadi fasilitator anggota partai untuk mencapai tujuan politik (tentunya harus sejalan dengan asas partai dan ideologinya).

Sehingga postur partai menjadi sangat ramping, namun yang penting adalah aktifitas politik yang diselenggarakan untuk anggotanya. Seperti edukasi, promosi, konvensi konvensi dsb. Sehingga produknya dapat melahirkan individu pemimpin yang berkualitas yang kelak memimpin bangsa dan negara.


[1] Lihat buku arsitektur konstitusi demokratik, hendarmin ranadireksa, focus media 2007

[2] Idem

[3] http://en.wikipedia.org/wiki/List_of_political_parties_in_the_United_States

[4] Lihat buku arsitektur konstitusi demokratik, hendarmin ranadireksa, focus media 2007